BBM turun….

bbmPemerintah Indonesia semalam membuat pengumuman yang menarik😀 , yaitu menurunkan harga Premium dari Rp. 5.500,-/liter menjadi Rp. 5.000,-/liter dimana sebelumnya harga premium Rp. 6.000,-/liter. Penurunan harga BBM ini terkait dengan membaiknya harga minyak di dunia, dan adanya usaha positif dari pihak negara-negara produsen minyak atau negara yang tergabung dalam OPEC (…).

Kita selalu sentimen atau kadang berfikiran negatif terhadap pengelola negara dalam hal ini Pemerintah Pusat terserah siapapun pemimpin negara tersebut. Pemerintah kadang terpaksa menaikkan harga BBM atau keputusan tidak popluer ini akibat perobahan harga minyak dunia, negara kita pernah disebut sebagai negara yang tarif BBM termurah. Masyarakat banyak yang tidak menyadari bahwa BBM yang kita konsumsi ini masih disubsidi oleh pemerintah alias harga BBM yang kita beli ini sekian persen di talangi oleh pemerintah.

Seharusnya penurunan harga BBM diikuti pula dengan penurunan tarif kendaraan umum. Tapi untuk menurunkan tarif angkutan umum, tidaklah sesederhana yang kita pikirkan. Penentuan tarif angkutan umum dipengaruhi oleh Biaya Operasi Kendaraan (BOK), dimana variabel yang mempengaruhi perhitungan tarif tersebut cukup banyak. Selain itu untuk melakukan perobahan suatu tarif, harus ditetapkan dengan Surat Keputusan  (SK) kepala daerah setempat, yang pembahasannya melibatkan Dinas Perhubungan, DPRD, Organda serta intansi terkait lainnya. Apalagi kondisi sekarang, penurunan harga BBM terjadi 2 (dua) kali dalam interval waktu yang pendek.

Namun seiring dengan kemajuan di bidang transportasi dan IT, seharusnya instansi terkait yang bertanggung jawab dalam penetapan tarif angkutan umum sudah memiliki program aplikasi komputer, yang bisa membantu proses perhitungan dengan cepat dan tepat serta up to date. Sehingga  jika terjadi hal seperti sekarang (penurunan harga BBM) , instansi terkait bisa langsung melakukan perhitungan, dan menetapkan tarif angkutan umum terbaru tanpa harus menunggu berhari-hari.

Lucunya, jika BBM naik pihak pengelola angkutan umum seperti angkot sering menaikkan tarif angkot seenaknya (tanpa menunggu SK Pemda), namun jika harga BBM turun mereka tidak mau menurunkan tarif dengan alasan belum ada pengumuman dari pemerintah😆

InsyaAllah dilain kesempatan akan diulas tentang perhitungan BOK tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: