SAYA MAU KE PARIAMAN

Beberapa hari yang lalu saya turun dari angkot jurusan Tabing – Pasar Raya di depan KFC Veteran di Kota Padang. Kemudian ada seorang bapak bertanya kepada saya.

“Nak, kalau mau ke IKIP naik apa?”, kemudian saya jawab,

“Naik angkot putih jurusan Tabing atau Singgalang, bisa juga jurusan Lubuk Buaya dengan angkot warna orange, Bapak bilang aja turun di IKIP sama sopirnya dan bayar Rp. 2.000,-“. Setelah itu saya balik bertanya kepada Bapak tersebut,

“Ada perlu apa Bapak ke IKIP?” (siapa tau ada yang bisa di bantu, kebetulan saya warga UNP). Bapak itu menjawab …….

“Saya mau ke Pariaman”.

Untuk sesaat saya terdiam, kemudian tertawa dan sedih di dalam hati. Ternyata UNP telah menjadi sebuah TERMINAL ANGKUTAN PENUMPANG UMUM di kota Padang ini.

Saya coba memancing komentar anda tentang hal ini, boleh ngobrol langsung atau melalui tulisan atau email ke FaisalAshar@Lycos.com.

Masalahnya, teman-teman anda telah melakukan demonstrasi mengusir Bis-bis tersebut, dan sudah ada surat keputusan dari Dinas Perhubungan Kota Padang, namun pada prakteknya praktis tidak ada.

SAYA TUNGGU RESPON DARI ANDA MAHASISWA

4 Tanggapan

  1. wah……
    Multi fungsi banget yah kampus tercinta saya ini, selain bwt menggali ilmu, ternyata juga dijadiin terminal.

    what must we do ????

    demo? wah kayanya ga deh, maksut saya ga bakal kejadian, soalnya mahasiswa UNP kan juga menggunakan angkutan tsb pak.
    Ok lah dulu pernah demo, tapi kan abis itu KITA mikir, kalo seumpama angkutan nya ga deket kampus otomatis KITA sulit dong pulang kampung, pake ongkos lagi.

    tapi malu juga sih, masa kampus kita di jadiin terminal!!!!////

    Kayanya musti dibilang ma panitia Rekor MURI tuh, sapa tau dapat penghargaan “kampus DWI fungsi” ato ” kampus multi fungsi” mungkin…

  2. Sebenarnya, jika kita berpihak kepada operator (pengelola kendaraan umum) mereka tidak salah. Karena orientasi mereka adalah bisnis atau keuntungan. Okelah, pihak operator atau para supir bus dipaksa untuk tetap mangkal di TRB ==> mereka tidak mendapat penumpang disana ==> akhirnya rugi.
    Saya pernah lakukan penelitian (tesis) ternyata untuk saat ini, TRB tersebut belum layak sebagai terminal, karena masih jauh dari konsentrasi penduduk.
    Maunya sih, jangan parkir depan kampus kita, jadikan pelataran parkir terminal barang di Lubuk Buaya sebagai pangkalan bis untuk jurusan ke arah Utara Kota Padang.
    Ada juga teman dosen (PWK-UBH) berseloroh; wajar di UNP ada Terminal (TRB) karena disana ada tugu BINGKUANG…..

  3. Kasian yach UNP udah sebagai pilihan Alternatif jadi Terminal lagi…Ehhh Ga sarang Copet juga..teman saya sukses pernah kok kehilangan Hp…diterminal dadakan tersebut..

    Menrutut saya hidup itu hanya ada dua pilihan….Seperti juga UNP punya dua pilihan,Pilihan untuk Berani menindak lanjuti atau hanya Bengong menikmati…Yang pasti apapun pilihannya minumnya tetep Aqua Pak Kudri

  4. wajar saja unp jadi terminal bus antar kota dalam provinsi pak. coz agen-agen nya dari mahasiswa unp, jadi wajar saja unp jadi terminal.
    heeeee….. he…..
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: